Sabtu, 24 Maret 2012

FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK TANAH

 



            Tanah terbentuk oleh berbagai interaksi yang terjadi pada suatu bahan yang dikenal dengan satuan bahan induk. Jenny (1941) telah mengidentifikasikan kumpulan factor pembentuk tanah sebagai akibat terjadinya proses-proses pedogenesis tanah. Penambahan, pengalihrupaan serta pengalihtempatan merupakan proses-proses yang sangat alami dalam periode proses pembentukan tanah. Tanaman merupakan faktor yang penting sebagai penentu terhadap ‘jenis’ tanah yang terbentuk. Pemilihan tentu akan sangat berpengaruh pada sifat dan karkteristik tanah tempat vegetasi itu tumbuh dan berkembang.
            Secara alami pula daerah tropis merupakan kawasan yang revolusioner dalam hal pembentukan dan perkembangan tanahnya, sehingga tanah yang terbentuk di kawasan ini umumnya telah cukup berkembang (Young, 1975). Dengan ke dalaman solum yang tebal dan kandungan oksida-oksida unsur metalik yang nyata, khususnya aluminium dan besi sebagai unsur yang melimpah. Pelindian (leaching) yang hebat 

 
menambahkan fenomena tanah tropis yang telah sangat kompleks menjadi sangat pelik dan rumit dalam pengelolaan (Sanchez, 1975).
            Ilmu tanah adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk tanah. Tanah adalah lapisan yang menyeliputi bumi antara litosfer (batuan yang membentuk kerak bumi) and atmosfer. Tanah adalah tempat tumbuhnya tanaman dan mendukung hewan dan manusia. Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan tanaman dan organisme, membentuk tubuh unik yang menyelaputi lapisan batuan. Proses pembentukan tanah dikenal sebagai pedogenesis. Proses yang unik ini membentuk tanah sebagai tubuh alam yang terdiri atas lapisan-lapisan atau disebut sebagai horizon. Setiap horizon dapat menceritakan mengenai asal dan proses-proses fisika, kimia dan biologi yang telah dilalui tubuh tanah tersebut.
Hans Jenny (1899-1992), seorang pakar tanah asal Swis yang bekerja di Amerika Serikat, dalam bukunya Factors of Soil Formation (1941) mengajukan konsep pembentukan tanah sebagai:
S = f(cl, o, r, p, t).
S adalah Soil (Tanah), cl = climate (iklim), o = organism, r = relief (topografi), p = parent rock (bahan induk atau batuan), t = time (waktu).
Selain mempelajari faktor dan proses pembentukan tanah, ilmuwan tanah juga mempelajari sifat-sifat dan proses-proses fisika, kimia dan biologi dalam tanah. Sehingga lahirlah disiplin-disiplin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar